Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Kondisi Ac Menggunakan Metode Fuzzy Berbasis Iot

Manalu, Esika (2026) Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Kondisi Ac Menggunakan Metode Fuzzy Berbasis Iot. Diploma thesis, Politeknik Negeri Bengkalis.

[thumbnail of Abstrak] Text (Abstrak)
TA-3103230001-ABSTRAK.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (115kB)
[thumbnail of Bab I pendahuluan] Text (Bab I pendahuluan)
TA-3103230001-BAB I PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (241kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
TA-3103230001-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (132kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
TA-3103230001-FULL TEXT.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pendeteksi
kondisi Air Conditioner (AC) menggunakan metode logika fuzzy berbasis Internet
of Things (IoT). Sistem ini memanfaatkan sensor DHT11 untuk membaca suhu
ruangan dan sensor PZEM-004T untuk mengukur arus serta daya listrik AC. Data
dari kedua sensor diproses oleh mikrokontroler ESP8266 menggunakan metode
fuzzy Mamdani untuk menentukan kondisi AC dalam tiga kategori, yaitu baik,
perlu perawatan, dan rusak. Hasil pemantauan ditampilkan secara real-time
melalui aplikasi Blynk dan LCD 16x2. Berdasarkan hasil pengujian, sensor
DHT11 menunjukkan rata-rata error sebesar 1,97% dibandingkan dengan
termometer digital, dengan rentang pembacaan suhu antara 25,0°C hingga 30,5°C.
Pengujian sensor PZEM-004T menunjukkan tegangan terbaca pada kisaran 217,7–
220,9 V, arus 0,20–1,53 A, dan daya 38–334 W. Pada pengujian keseluruhan
sistem, kondisi AC dinyatakan normal saat konsumsi daya berada pada kisaran
673,2–685,4 W dengan suhu ruangan 25,1–26°C. Sistem mulai memberikan
notifikasi “Perlu Perawatan” ketika suhu ruangan mencapai 26,1°C meskipun daya
masih dalam batas normal. Sementara itu, ketika daya turun drastis hingga sekitar
29 W, sistem mengidentifikasi kondisi AC tidak bekerja dengan baik. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi perubahan kondisi
operasional AC berdasarkan kombinasi parameter suhu dan daya listrik. Dengan
adanya sistem ini, pengguna dapat mengetahui kondisi AC lebih awal sehingga
perawatan dapat dilakukan tepat waktu dan risiko kerusakan yang lebih besar dapat
diminimalkan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Air Conditioner, Logika Fuzzy, IoT, Monitoring, ESP8266.
Subjects: 600 – ILMU TEKNIK DAN ILMU TERAPAN > 625 – Teknik Kelistrikan dan Elektronik > 625.3 – Elektronika Daya dan Kontrol
Divisions: Jurusan Teknik Elektro > Diploma Tiga (D-III) Teknik Elektronika > TUGAS AKHIR
Depositing User: D-III Teknik Elektonika 2023
Date Deposited: 03 Sep 2026 01:52
Last Modified: 03 Sep 2026 01:52
URI: https://eprints.polbeng.ac.id/id/eprint/7185

Actions (login required)

View Item
View Item